CARA CEPAT MENJADI AGEN TRAVEL UMROH DAN HAJI

CARA CEPAT MENJADI AGEN TRAVEL UMROH DAN HAJI?

Mau Bisnis Sekalian Ibadah? Bikin Biro Travel Umroh Aja?

Peluang meraup untung hingga miliaran rupiah sudah bukan wacana bagi pemilik biro travel umroh dan haji. Jelas saja, pangsa pasar usaha ini adalah umat Muslim. Dan Indonesia adalah negara dengan populasi umat Muslim terbesar di dunia. Sudah untung, ibadah juga loh memberangkatkan orang ke Tanah Suci.

Kali ini, kita mau bahas soal bisnis travel umroh dulu nih.

Biro travel umroh ini beda loh sama haji. Untungnya memang lebih kecil dari haji, tapi perputarannya cepat. Prospeknya cerah sekali buat masa depan.

Satu lagi alasan kenapa kamu harus mulai dengan travel umroh dulu adalah karena salah satu syarat untuk bisa jadi penyelenggara travel haji adalah kamu sudah pernah menyelenggarakan paket umroh.

Meski berprospek cerah, mendirikan bisnis travel umroh bukan hal yang sederhana. Berikut sejumlah hal yang wajib diperhatikan sebelum mendirikan bisnis travel umroh.

 

1. Modal bikin kantor

Banyak kisah sukses biro travel umroh di media yang menyebutkan kalau usaha ini bisa dimulai dengan modal Rp 50 jutaan. Tapi jangan salah, modal itu digunakan untuk sewa kantor dan biaya operasional aja.

Kalau memang punya kendala di modal, gak salah kok minjem duit ke bank. Toh juga kamu meminjam duit buat usaha kan, bukan untuk yang sifatnya konsumtif.

Ketika berencana membuka biro travel umrah, kredit multiguna bisa jadi jawaban. Kamu bisa gunakan BPKB mobil atau surat rumah sebagai jaminan.

Kenapa pilih kredit multiguna? Karena pencairan lebih cepat daripada kredit tanpa agunan, yakni 3 sampai 5 hari kerja saja. Bahkan salah satu bank mengklaim, proses pencairan bisa satu hari kalau dokumen lengkap.

Selain itu, bunganya juga gak besar. Jadi gak usah ragu deh pinjam duit ke bank kalau memang kamu sudah niat menjalankan bisnis ini.

2. Legalitas dan perizinan

Legalitas ini penting karena bisnis yang akan kamu jalankan gak kayak jualan kacang goreng. Kamu bakal membantu orang terbang ke negara lain lho.

Biro travel umroh yang baik adalah yang memiliki surat izin resmi. Gimana calon jama’ah mau percaya sama kamu kalau biro yang kamu jalankan gak ada legalitasnya.

Legalitas yang kamu perlukan, antara lain badan hukum, surat izin usaha perdagangan (SIUP), NPWP, tanda daftar perusahaan (TDP), dan izin biro perjalanan wisata dari Kementerian Budaya Pariwisata. Selain itu, kamu juga harus jadi anggota Association The Indonesia Tour and Travel Agencies (ASITA) dan International Air Transportation Association (IATA).

Udah gitu doang? Gak dong, kamu masih harus keluar biaya ratusan juta lagi untuk urusan legalitas.

Kamu butuh perizinan dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mendirikan biro ini. Untuk perizinan umroh, ada persyaratan uang deposit sebesar Rp 100 juta, sedangkan untuk Haji Rp 500 juta.

Hitung-Hitung Keuntungannya

Beda sama penyelenggaraan haji, perjalanan umroh bisa dilakukan berkali-kali dalam setahun. Perputaran modalnya pun lebih besar. coba lihat ilustrasi keuntungannya penyelenggaraan umroh.

Harga paket umroh satu orang: Rp 22.700.000

Biaya akomodasi satu orang: Rp 20.000.000

Margin keuntungan keberangkatan 1 orang jama’ah: Rp 2.700.000

Keuntungan memberangkatkan 1 orang jama’ah memang kecil. Tapi kamu biasa siasati dengan cara ini:

1. Jangan berangkat sebelum terkumpul minimal 12 jamaah

Dengan memberangkatkan 12 orang, otomatis kamu mendapat laba 12 x 2.700.000 = Rp 32.400.000.

Selain itu, beli tiket pesawat dalam jumlah banyak sudah pasti lebih murah ketimbang sedikit. Dalam bisnis travel, sudah pasti kamu menjalin kerja sama dengan maskapai penerbangan.

Potongan harga pasti ada kalau kamu membeli tiket dalam jumlah banyak. Kalau bisa memberangkatkan 50 orang dalam satu kloter, kenapa tidak?

2. Usahakan sebulan berangkat 3 kali

Jika laba yang didapat dalam sekali keberangkatan adalah Rp 32.400.000, maka tiga kali berangkat dalam sebulan berarti 3 x 32.400.000 = Rp 97.200.000. Tapi semua harus disesuaikan dengan kemampuan.

Jangan memaksakan diri apabila belum sanggup. Ingat lho, bisnis ini adalah bisnis jasa. Kalau sering berangkat tapi pelayanan gak maksimal, yang ada calon jama’ah jadi kapok menggunakan biro travelmu.

3. Wajib punya “orang kepercayaan”

Siapa itu orang kepercayaan? Yang jelas orang ini adalah orang yang handal dalam mengurus visa jamaah. Usahakan ada dua: satu di Indonesia, dan satu warga lokal Arab Saudi.

Jadi kamu gak repot kalau tiba-tiba ada masalah visa jamaah yang gak bisa diterbitkan dari Kedutaan Besar Arab Saudi. Mengurus visa itu bukan hal yang gampang, apalagi jumlahnya banyak.

Orang kepercayaan ini sifatnya adalah investasi SDM. Bisa saja kamu ngebajak orang di kantor travel lain dengan iming-iming gaji tinggi. Tapi semuanya harus disesuaikan sama laba bersih yang kamu terima sebagai biro travel.

4. Jalin kerja sama dengan bank untuk dana talangan

Kamu bisa bekerja sama dengan bank untuk menyusun dana talangan calon jamaah umroh. Jadi jamaah bisa berangkat umroh dengan nyicil biayanya ke bank.

Selain itu, kamu pun bisa meminta bank untuk mencari calon jamaah. Nanti tinggal kamu atur prosentase keuntungannya sama mereka.

5. Gak usah ngoyo bikin travel haji kalo belum sanggup

Tergiur mendirikan biro travel haji dan umroh? Nanti dulu. Duitnya sudah cukup belum? Lakoni dulu umroh, sembari nabung untuk bikin travel haji.

Kalau tetap mau jadi penyelenggara haji, kerja sama saja dengan travel lain. Misalkan kamu pegang izin umrohnya dan biro travel A pegang hajinya.

Dari kerja sama ini kamu bisa saling bantu mencari calon jamaah. Keuntungan juga bisa dibagi dua.

6. Bangun website biro travelmu

Zaman sekarang apapun harus bisa dicari di internet, termasuk biro travel yang kamu kelola. Jangan sampai lupa untuk bikin website biro travelmu.

Gunakan desain website yang sederhana dan tidak membingungkan para pengunjung web. Kalau mau lebih keren lagi, sediakan artikel-artikel seputar edukasi haji dan umroh di websitemu.

7. Lakukan promo di media sosial

Gunakan media sosial seperti Facebook atau Instagram untuk mempromosikan biro travel haji dan umroh yang kamu kelola. Buatlah konten iklan yang menarik, dan tentukan target pasarmu dengan baik dan spesifik.

Dan pastikan, kamu mempekerjakan seorang admin yang mengurus akun media sosialmu. Media sosial akan menjadi sarana berkomunikasi dengan para calon pelanggan. Jangan sampai ada chat yang dicuekin, kecuali spam.

8. Garap pasar menengah ke atas

Mau untung banyak? Garap pasar menengah atas dong. Bikin paket yang harganya menarik dengan pelayanan bintang 5.

Ini tantangan lho. Tapi kalau kamu berhasil, dijamin cepat balik modal deh. Kuncinya cuma satu: riset, riset dan riset.

Lakukan riset calon jamaah terhadap harga dan pelayanan yang mereka inginkan. Kalau kamu sudah tahu apa yang mereka mau, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan.

Simulasi Bisnis 1 Tahun

Setelah tahu tipsnya, ayo kita lihat ilustrasi prospeknya dalam satu tahun. Ini masih ilustrasi kasar ya.

Keuntungan pemberangkatan 1 rombongan: 2.700.000 x 12 = 32.400.000

Keuntungan pemberangkatan 3x dalam sebulan = 32.400.000 x 3 = 97.200.000

Keuntungan dalam setaun jika rutin 3x sebulan berangkat = 97.200.000 x 12 = Rp 1.166.400.000

Wow lebih dari Rp 1 miliar! Tapi itu belum dipotong sama biaya operasional kantor, gaji karyawan, promosi, pajak dan cicilan utang yang harus dibayar ke bank (kalau ada). Kamu harus pertimbangkan pengeluarannya lho.

Setidaknya, 4 sampai 5 tahun bisalah untuk balik modal. Dan kalau kamu bisa berangkatkan lebih dari 12 orang dalam satu rombongan, pasti lebih besar lagi untungnya.

Tapi keuntungan besar, sudah pasti risiko besar juga dong. Kamu harus siap dengan adanya keterlambatan penerbitan visa calon jamaah atau pembatalan penerbangan. Dan ada kalanya pula, umroh itu sepi.

Intinya adalah jangan patah semangat. Lakukan perhitungan yang baik dan jalankan. Mengutip kata mutiara dari Bob Sadino, “Bisnis yang baik adalah bisnis yang dijalankan.” So, jalankan bisnismu, jangan cuma jadi angan-angan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *